Kamis, 02 Juni 2016

Untuk kamu, masa laluku

Sudah hampir 6 tahun, aku dan kamu disatukan di sekolah yang sama. Berawal dari Menengah Pertama, tempat dimana aku dipertemukan denganmu, diperkenalkan dengan kepribadianmu, disatukan dalam satu perorganisasian.

Aku ingat pertama kali kamu membuatku tersenyum. Tingkah lugu seorang anak humoris dengan kacamata minus 1,5. Banyak hal yang telah aku lewati denganmu disana. Senang sedih suka duka tertawa bahagia menangis terharu. Semua rasa itu lengkap ketika aku sadari kamu telah berhasil memasuki ruang kecil dalam hati.
Semenjak itu kamu benar-benar tak bisa hilang dalam fikiranku.

Aku kira, perasaan ini hanya akan bertahan sebentar. Namun aku salah. Selama tiga tahun aku bersekolah, hatiku telah memilihmu. Ia telah memutuskan untuk berjuang menyentuh hatimu dan bersarang di fikiranmu. Tapi semua itu tak semudah seperti yang aku bayangkan. Aku sadar, kami adalah dua orang yang berdeda.

Aku menunggumu lama sekali, sedangkan tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar. Perpisahan akan segera datang, dan aku tak tahu apa jadinya aku melewati hari-hari tanpa kamu. Meskipun aku hanya bisa memandangimu dari dalam kelas, melihatmu bercanda dengan teman wanitamu, bahkan aku dengar salah satu dari mereka telah menjadi kekasihmu.

Salahkah aku bila aku cemburu? Walaupun aku bukan bagian dari hidupmu. Mungkin aku hanya hadir sebagai pemain figuran dalam ceritamu, bahkan mungkin kamu menganggapku hanya sebatas "kenal" saja.

Wisuda berjalan begitu cepat. Pertanyaan demi pertanyaan mulai muncul dalam benakku. Akan seperti apa kamu disana? Apakah nanti di sekolah baru kamu akan mendapat seseorang seperti aku? Akankah dia mengagumimu seperti aku? Apakah dia akan menunggumu seperti yang aku lakukan padamu? Jika itu benar terjadi, tolong. Jangan abaikan dia.

Tapi akhirnya, Tuhan menyatukan kami kembali dalam satu lingkungan sekolah yang sama. Semua pertanyaan itu aku simpan kembali, untuk suatu hari nanti. Sampai saat ini perasaanku padanya tak pernah berubah. Semakin hari semakin sering aku bertemu dengannya, semua rasa itu bertumbuh semakin besar.

Namun kali ini, tak hanya perasaanku yang betumbuh, pribadi dalam diriku ikut berubah. Mereka bilang aku semakin baik, bahkan jauh lebih baik dari diriku yang lalu. Ya. Akupun merasa. Ini kekuatan ini dari Tuhan, dan dirinya.
Yang aku yakini bisa membuatku lebih berarti dari siapapun.

Akan ada saatnya dimana aku dan kamu akan dipisahkan lagi. Dan kali ini pertanyaan itu aku keluarkan kembali.  Entah siapa nanti yang akan menjawab, tapi terima kasih.

Hari ini adalah hari kelulusan untuk sekolah kami. Dimana kami akan memulai hidup baru atau sekedar melanjutkan yang sudah ada. Aku masih disini. Menunggu kamu mengatakan sesuatu padaku. Berharap kamu berubah fikiran untuk hanya sekedar pulang tanpa mempedulikan aku. Dan lagi-lagi kamu melakukan hal itu.

Tak mau berkata-kata, meski aku terbiasa banyak bicara.
Semoga wisuda ini adalah ujungnya, dimana kamu pulang dengan setelan jas dan dasi merah itu. Bawalah pergi semua penantianku, jangan biarkan wanita lain merasakan hal yang sama seperti aku.
Jagalah dia dengan baik, jangan sakiti dia. Jangan biarkan dia menunggu, jangan biarkan dia terluka, jangan biarkan dia khawatir dengan keadaanmu. Jadilah pelindung untuknya, biarkan dia tetap menjaga hatimu.
Aku sudah berhenti. Setelah aku benar- benar melihat bayanganmu pergi membawa semua penantian 6 tahun itu.

Tak harus banyak bertanya
Cukup menunggu reda
Pada sinar dari bintang
Pada rembulan yang terang benderang
Tolong sampaikan padanya
Aku telah sampai
Aku telah selesai
Berdiri dengan kakiku sendiri
Bersimbah darahku sendiri
Getar jiwa seraya bergema
Mundurlah
Aku sudah di depan masa
Pergilah
Bawa semua penantian itu
Jangan pernah kembali
Lagi.

Jika kamu, masa laluku, membaca tulisan ini, maaf. Aku membuatmu kecewa lagi. Namun terimakasih. Untuk semua itu. Aku tak bermaksud memutuskan silaturahmi, hanya saja aku ingin kita mengenal dengan cara masing-masing. Dan Tuhan, terima kasih juga. Telah menciptakan dia dengan sebaik baiknya dan mempertemukan aku dengannya. Tak henti aku mengucap syukur, semoga ini bukan akhir dari segalanya.

Aku akan melangkah. Belajar lagi memulai sesuatu yang baru, tanpa menutup buku. Terima kasih, 6 tahun kemarin sangat berarti, meski.hanya untukku. Sukses selalu, doaku selalu bersamamu.

Minggu, 15 Mei 2016

TEMAN

Selamat Pagi Seniiiiin

Gak kerasa ini udah senin lagi. Banyak yang udah gue alami beberapa hari kemaren. Sedih seneng nangis ketawa semuanya paketan kumplit.

Gue adalah tipe orang dengan daya bersaing tinggi. Ada saatnya gue bakal ngerasain dimana gue harus lebih bisa dari temen-temen gue. Entah gimanapun caranya yang penting gue bisa ngalahin mereka.

Iya sih awalnya emang bagus dan hasilnya juga gak jelek. Tapi lama-lama, kayaknya ada yang salah sama temen-temen gue. Mereka mulai ngerasa kurang nyaman dengan watak gue. Malah sampe ada yang bilang gak kuat.

Terus gue mikir. Iya gue salah. Gue bersaing dengan cara seenaknya, egois, tanpa mikirin perasaan temen-temen gue. Akhirnya gue minta maaf. Dan beruntungnya mereka mau maafin gue.

Gue juga adalah tipe cewek yang nyaman banget main sama anak cowok. Dan mood gue hampir semua ada di mereka. Gue gak tau kenapa, bukan gue ingin dipuji gara-gara deket banyak cowok. Tapi disana gue nemuin yang namanya solid. Mereka gak pandang bulu temenan sama siapa. Mereka gak jaim, gak sok bener. Salah ya salah. Mereka pasti negur dengan cara yang bener.

Semoga apa yang gue alamin gak kalian alamin juga ya.

Kalo temen lo ngelakuin kesalahan, jangan di diemin, jangan di bela. Kasih tau, tapi dengan cara yang baik. Yang harus di perhatikan itu adalah nada bicaranya. Kalo lo negur temen meski dengan cara yang baik tapi nada bicara lo "nusuk" dan "mojokin", plis itu sama aja.
Gue kasih tau ya, jangan kayak gitu. Itu bikin temen lo sakit hati, dan lo? Dosa.

Jadi ingin ngasih tips. Yaudah deh. Nih:
TIPS NEGUR TEMEN YANG SALAH

1. Jangan pake bahasa kasar
Ini garis keras banget. Manusia kan gudangnya salah yak? Udah salah, dikasarin, uh semoga hatinya dilapisin baja 7 karat.
2. Gunakan bahasa and intonasi yang baik
Bahasa yang baik memang seharusnya di pake kan? Meski lo udah akrab sama temen lo, tapi seengganya lo harus jaga perasaan temen lo.
3. Angkat lagi mood temen lo
Nih ya kalo temen salah itu bukan malah disalahin balik, tapi kasih motivasi, kasih semangat. Meski salah kan dia gak akan selamanya salah.

Jadi pesan dari postingan kali ini adalah:
Teman yang baik akan selalu membantu diri lo saat senang maupun susah. Jaga hati dan perasaan dia. Meski dia salah, tegurlah dengan sewajarnya. Inget, kalo dia jahatin lo, lo gak boleh bales. Maafin dia, doain semoga dia cepet sadar dengan apa yang dia lakukan ke lo.
Okedeh itu aja kali ya tipsnya semoga bermanfaat. Amin. (Dari pengalaman pribadi)

Senin, 09 Mei 2016

Ulang Tahun

Ini bukan pertama kalinya gue lupa sama ulang tahun temen gue. Ngerasa bersalah sih sama mereka yang selalu inget hari ulang tahun gue, ngasih kejutan buat gue, sampe bikin gue nangis darah (re:lebay).
Pernah waktu itu gue bikin temen gue marah gara-gara gak inget hari ulang tahun dia. Padahal di tanggalan hp, gue udah setting alarm buat sekedar ngucapin Happy Birthday doang. Ya namanya orang lupa. Saat itu gue lagi sibuk dan hp gue mati. Tiba-tiba besoknya gue baru inget kalo kemaren temen gue ulang tahun. Buru-buru lah gue ngucapin happy birthday and make a wish (re: meski gak ngasih apa apa). Dia marah sampe seminggu gak mau ngomong sama gue.
Nah kebetulan, hari ini sahabat gue yang ulang tahun. Gue udah inget hari ulang tahun dia dari akhir bulan lalu sih. Udah gue rencanain tuh buat bikin ini itu. Tapi mungkin Tuhan punya planning lain. Hari ini dia dibagi kelulusan. Batal lah semuanya.
Yaudah deh. Meski gue gabisa ngasih apa apa, gabisa bikin kejutan apa apa, tapi doa gue pasti denger sama Tuhan dan semoga antrian doa gue gak panjang buat dikabulin.
Dia bukan cuma temen gue. Dia lebih dari apa yang gue bayangin. Waktu SMP gue sekelas sama dia. Orang pertama yang gue kenal adalah dia. Dia ajak gue ngobrol, cerita ini, cerita itu, kayak yang udah kenal lama padahal baru.
Gak pernah lupa, dia selalu bantuin gue saat gue lagi susah. Selalu. Saat gue deket sama temen baru, saat gue di jauhin sama mereka, dia selalu sabar nemenin gue. Padahal ya menurut gue ini udah sadis banget.
Nah pernah tuh ya gue main kerumah dia. Dan gue marahan sama adiknya dia gara-gara PlayStation. Yang parahnya lagi, adiknya sampe nangis. Gak tau penyebab pastinya apa tapi dia tetep belain gue. Makasih ya. Asli makasih banyak.
Doa gue buat sahabat gue:
Semoga sehat selalu, panjang umur, semoga kelulusan lo tulisannya lulus.
Dideketin jodohnya, cepet nikah.
Maaf yaaa belum bisa ngeluangin waktu, belum sempet meet up tapi doa gue selalu yang terbaik buat lo. Sukses dunia akhirat, apapun yang lo mau, ga jadi angan angan belaka.
Maaf yaaa selama gue jadi temen lo, selalu ngerepotin, jujur kangen banget. Gue gatau kita punya kesempatan buat ketemu lagi atau engga tapi semoga aja ada. Banyak yang udah gue lalui sama lo, susah seneng sedih galau bareng-bareng.
Gue ucapin makasih sebanyak-banyaknya meskipun makasih doang gak cukup hehe.
Happy Eighteen Birthday.
Happy Infinite Birthday.
Have a nice and lovely birthday❤

Minggu, 08 Mei 2016

Nikah

Hari minggu kemarin, gue dan keluarga pergi ke Majalaya buat ngehadirin akad nikahnya om gue. Umur dia 27 tahun, lebih muda 2 tahun dari istrinya. Gue berangkat jam enam pagi dan sampe jam setengah sembilan.
Begitu sampe sana, gue sedikit canggung karena gue gak kenal siapa siapa disana selain om gue. Meskipun cuma akad nikah, tapi menurut gue ini "mewah". Satu yang bisa gue simpulin, orang tua pasti ingin yang terbaik buat anaknya. Semuanya hampir disiapin sama orang tuanya. Dan istrinya om gue tinggal duduk manis buat di rias.
Resepsinya diadain tiga hari setelahnya. Jujur gue baru kali ini ngeliat pernikahan dari awal acara. Mulai dari seserahan, om gue di pakein kalung dari bunga melati, pidato perwakilan dari pihak laki-laki, dari pihak perempuan, sampai sungkeman.
Pas pidato perwakilan dari kedua belah pihak, kebetulan gue duduk di belakang pengantinnya. Gue liat perempuan yang udah sah jadi istri om gue itu meluk tangan om gue. Dari sini gue ngerasa kalo mereka punya rasa saling memiliki satu sama lain.
Nikah itu bukan masalah resepsi yang mewah.
Tapi komitmen. Buat saling menjaga, saling percaya kalo pasangan kita adalah jodoh dari Tuhan.
Dari kejadian ini gue paham, arti pernikahan buat gue adalah bareng-bareng sama orang yang kita sayang dan yang sayang sama kita. Gak perlu khawatir tentang jarak atau tentang apapun.
Semoga mereka cuma ngerasain nikah sekali seumur hidup. Semoga menjadi keluarga yang berbahagia, dan ngelewatin lika-liku hidup dengan mudah. Amin

Sabtu, 07 Mei 2016

Prolog

HAAAAAAAAAIIIIIIIIIIKKKKKKKKKKKKKKKKKK

Akhirnya gue sampai ditahap untuk nulis postingan pertama. Setelah sekian lama gue gak bisa lepas dari handphone, gue mendapat pencerahan buat bikin kebiasaan gue berguna buat orang lain. Yup! gue bikin blog.

Blog ini bakal jadi diary pindahan dari buku harian yang gue tulis tiap malem. Karena minimnya waktu gue buat pegang pulpen dan nulis di buku, jadi gue memutuskan buat pindah buku harian ke "Digital Book Diary".

Gue anak SMK jurusan Komputer. Dan pasti punya banyak cerita tentang problema hati dan impian. Gak jauh, pasti impian gue adalah ngebahagiain orang tua. Tanpa mereka gue gaakan bisa disini dan nulis postingan pertama di blog gue.

Udah bosen sama dunia nyata, jadi gue pindah kedunia ini. Semoga gue bisa dapet apa yang gue cari, mempelajari apa yang bisa gue dapet, berbagi tentang apa yang gue tau, dan gue bisa bermanfaat buat orang lain.

Semoga bisa berguna. Amin:)